Selasa, 25 Juli 2017

Memulai Gerakan Literasi



Memulai Gerakan Literasi
Gerakan literasi adalah suatu upaya yang dicetuskan oleh pemerintah untuk meningkatkan minat baca dan menulis peserta didik di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi. Artinya tujuan umum dimulainya gerakan literasi adalah meningkatkan pengetahuan bangsa. 

Gerakan ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian yang menyebutkan bahwa minat baca peserta didik indonesia sangatlah rendah. Rendahnya minat baca banyak disebabkan oleh beberapa faktor, pertama faktor keluarga, dan yang kedua adalah faktor lingkungan. 

Penyebab dari keluarga diantaranya adalah: kondisi orang tua yang kurang memperhatikan pentingnya ilmu yang harus diupayakan dan diperoleh anak-anaknya melalui literasi (membaca dan menulis), ekonomi yang kurang mampu sehingga kurangnya waktu literasi yang dimiliki oleh anak-anaknya akibat membantu ekonomi keluarga, serta kurangnya contoh literasi dari orang tua. 

Penyebab rendahnya minat baca dari lingkungan diantaranya adalah: kondisi lingkungan masyarakat yang kurang mendukung literasi, lingkungan sekolah yang dimulai dari guru dan kegiatan sekolah yang tidak mencerminkan literasi, sarana dan prasana sekolah dan masyarakat yang kurang mendukung terhadap literasi. 

Jika dilihat secara fungsionalis, langkah ideal untuk memulai gerakan literasi tentu tidak dapat dipilih dari keluarga dan lingkungan, karena keduanya memiliki peran dan tempat masing-masing yang harus sama-sama mendukung satu sama lain. Keluarga harus berperan aktif dalam mengembangkan semangat literasi bagi peserta didik, begitu pula lingkungan masyarakat atau khususnya sekolah juga harus mendukung gerakan literasi yang dicetuskan oleh pemerintah pusat ataupun daerah. 

Dilihat dari sudut pendidikan yang didalamnya tertera pembiasaan bagi peserta didik, maka gerakan literasi haruslah dimulai dari lingkungan keluarga untuk aktif dalam membiasakan literasi pada peserta didik mulai dari tahap perkembangan anak-anak hingga dewasa. Cara yang tepat untuk membangun gerakan literasi pada lingkungan keluarga dengan menggunakan strategi model, Kedua orang tua berperan sebagai model (contoh) untuk selalu berliterasi, yaitu aktif membaca dan aktif dalam menulis. 

Pentingnya gerakan literasi untuk masa depan generasi muda negeri ini memerlukan sinergi dalam pelaksanaannya. Salah satu core sinergi yang harus dibudayakan adalah kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempromosikan (mengenalkan) gerakan literasi. cara pengenalannya yang bisa dipakai oleh segenap lembaga pemerintah diantaranya bisa Melalui pamflet-pamflet, baner-baner, radio, televisi, ataupun coretan-coretan dinding, dimana cara-cara tersebut mengingatkan kita akan persebaran teks proklamasi kemerdekaan yang harus disebarkan pada seluruh lapisan masyarkat indonesia.
Gerakan Literasi di Sekolah

Sekolah mempunyai beragam tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Langkah memulai literasi di lingkungan sekolah hendaknya di leburkan dengan tujuan, materi, cara, dan evaluasi terhadap kegiatan literasi.

Hasil dari usaha terpadu antara pemerintah pusat dan daerah dalam usaha mengenalkan pentingnya gerakan literasi yang dimulai dari keluarga berdampak pada pengetahuan, sikap, serta usaha keluarga-keluarga di indonesia khususnya di madura yang semakin memperhatikan pentingnya anak-anak mereka dalam membaca dan menulis. Hasil akhir dari gerakan literasi adalah terbentuknya suatu tatanan masyarakat yang kreatif, inovatif serta berdaya saing tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger

Blogger Blogger istilah yang disematkan pada pengguna blog. Kemunculan istilah ini tidak lepas dari munculnya website blog gratis yang bisa...