Memulai Gerakan
Literasi
Gerakan literasi adalah suatu
upaya yang dicetuskan oleh pemerintah untuk meningkatkan minat baca dan menulis
peserta didik di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah
menengah atas hingga perguruan tinggi. Artinya tujuan umum dimulainya gerakan
literasi adalah meningkatkan pengetahuan bangsa.
Gerakan ini dilatarbelakangi oleh
hasil penelitian yang menyebutkan bahwa minat baca peserta didik indonesia
sangatlah rendah. Rendahnya minat baca banyak disebabkan oleh beberapa faktor,
pertama faktor keluarga, dan yang kedua adalah faktor lingkungan.
Penyebab dari keluarga
diantaranya adalah: kondisi orang tua yang kurang memperhatikan pentingnya ilmu
yang harus diupayakan dan diperoleh anak-anaknya melalui literasi (membaca dan
menulis), ekonomi yang kurang mampu sehingga kurangnya waktu literasi yang
dimiliki oleh anak-anaknya akibat membantu ekonomi keluarga, serta kurangnya
contoh literasi dari orang tua.
Penyebab rendahnya minat baca
dari lingkungan diantaranya adalah: kondisi lingkungan masyarakat yang kurang
mendukung literasi, lingkungan sekolah yang dimulai dari guru dan kegiatan
sekolah yang tidak mencerminkan literasi, sarana dan prasana sekolah dan
masyarakat yang kurang mendukung terhadap literasi.
Jika dilihat secara fungsionalis,
langkah ideal untuk memulai gerakan literasi tentu tidak dapat dipilih dari
keluarga dan lingkungan, karena keduanya memiliki peran dan tempat
masing-masing yang harus sama-sama mendukung satu sama lain. Keluarga harus
berperan aktif dalam mengembangkan semangat literasi bagi peserta didik, begitu
pula lingkungan masyarakat atau khususnya sekolah juga harus mendukung gerakan
literasi yang dicetuskan oleh pemerintah pusat ataupun daerah.
Dilihat dari sudut pendidikan
yang didalamnya tertera pembiasaan bagi peserta didik, maka gerakan literasi
haruslah dimulai dari lingkungan keluarga untuk aktif dalam membiasakan literasi
pada peserta didik mulai dari tahap perkembangan anak-anak hingga dewasa. Cara yang
tepat untuk membangun gerakan literasi pada lingkungan keluarga dengan
menggunakan strategi model, Kedua orang tua berperan sebagai model (contoh) untuk
selalu berliterasi, yaitu aktif membaca dan aktif dalam menulis.
Pentingnya gerakan literasi untuk
masa depan generasi muda negeri ini memerlukan sinergi dalam pelaksanaannya.
Salah satu core sinergi yang harus dibudayakan adalah kerja sama antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempromosikan (mengenalkan)
gerakan literasi. cara pengenalannya yang bisa dipakai oleh segenap lembaga
pemerintah diantaranya bisa Melalui pamflet-pamflet, baner-baner, radio,
televisi, ataupun coretan-coretan dinding, dimana cara-cara tersebut
mengingatkan kita akan persebaran teks proklamasi kemerdekaan yang harus
disebarkan pada seluruh lapisan masyarkat indonesia.
Gerakan Literasi di Sekolah
Sekolah mempunyai beragam
tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Langkah memulai
literasi di lingkungan sekolah hendaknya di leburkan dengan tujuan, materi,
cara, dan evaluasi terhadap kegiatan literasi.
Hasil dari usaha terpadu antara
pemerintah pusat dan daerah dalam usaha mengenalkan pentingnya gerakan literasi
yang dimulai dari keluarga berdampak pada pengetahuan, sikap, serta usaha
keluarga-keluarga di indonesia khususnya di madura yang semakin memperhatikan
pentingnya anak-anak mereka dalam membaca dan menulis. Hasil akhir dari gerakan
literasi adalah terbentuknya suatu tatanan masyarakat yang kreatif, inovatif
serta berdaya saing tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar