Selasa, 25 Juli 2017

Pembentukan akhlak anak didik melalui aturan-aturan di dalam keluarga



Pembentukan akhlak anak didik melalui aturan-aturan di dalam keluarga

Permasalahan dalam dunia pendidikan meliputi perilaku penyimpangan sosial yang dilakukan anak didik seperti narkoba, minuman keras, melanggar aturan sekolah, seks bebas, judi, merokok, dan lainnya. Perilaku penyimpangan sosial tersebut di dalam ajaran islam dikenal dengan larangan agama, apabila dilakukan maka pelakunya telah melaksanakan akhlak buruk bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. 

Dampak perilaku penyimpangan sosial terhadap individu dapat merusak pengetahuan, sikap, mental, keterampilan, serta menghambat pencapaian prestasi. Dampak perilaku penyimpangan sosial terhadap lingkungannya ialah dapat mencemarkan nama baik keluarga, sekolah, guru bahkan tetangga-tetangganya, dan menghadirkan rasa tidak aman terhadap lingkungannya. Atas dasar ini, maka perilaku penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anak didik dapat berdampak besar bagi keberlangsungan hidup manusia. 

Strategi efektif untuk mengentaskan perilaku penyimpangan sosial (akhlak buruk) mencakup (1) merubah cara pandang orang tua konservatif yang hanya memikirkan kebutuhan sandang pangan kesudut pandang adaptif yang mampu mengembangkan potensi. perubahan sudut pandang berdampak pada berubahnya penyebutan orang tua dari anak kepada anak didik. (2) mengoptimalisasi peran keluarga sebagai penanggung jawab utama terhadap pembentukan akhlak anak didiknya. 

Metode yang digunakan untuk mengoptimalkan peran keluarga terhadap pembentukan akhlak anak didik meliputi metode preventif dan metode kuratif. Metode preventif ialah mengoptimalisasikan peran keluarga sebagai pencegah dari lahirnya perilaku penyimpangan sosial melalui aturan-aturan keluarga yang ditaati bersama. Metode kuratif ialah mengoptimalisasikan peran keluarga untuk memperbaiki perilaku penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anak didiknya melalui aturan-aturan yang ditaati bersama.
Peraturan keluarga yang dapat mencegah dan memperbaiki perilaku penyimpangan sosial anak didik meliputi; (1) berdo’a dalam setiap melakukan kegiatan apapun, karena kebiasaan berdo’a yang dilakukan dapat mencegah perilaku penyimpangan sosial yang akan dilakukan anak didik; (2) mandi tepat waktu, kegiatan mandi merupakan proses mensucikan diri dari berbagai kotoran; (3) wudhu’ sepanjang waktu, kegiatan wudhu’ merupakan penyuci diri dan penjaga dari nafsu terhadap lawan jenis; (4) sholat tepat waktu, kegiatan sholat merupakan penjaga manusia untuk tidak berbuat kerusakan; (5) berdo’a sebelum makan, alasannya karena makan merupakan kebutuhan pokok yang sering dilakukan bersama-sama di dalam keluarga. Pembiasaan do’a sebelum makan dapat memberikan kedekatan anak didik terhadap penciptanya; (6) tidak menonton acara televisi yang kurang berguna, alasannya karena dapat merusak pengetauan, sikap, dan menghambat pencapaian prestasi anak didik; (7) membaca buku sebelum tidur, kegiatan ini dapat melatih otak agar tidak mudah lupa; (8) bersih-bersih rumah, kegiatan ini dapat menghindarkan anak didik dari pergaulan-pergaulan yang tidak berarti; (9) puasa sunnah secara rutin, kegiatan ini dapat mengontrol nafsu anak didik; (10) menulis minimal satu minggu sekali, kegiatan ini dapat melatih pengetahuan anak didik, serta mencegah perilaku penyimpangan sosial anak didik; (11) mencegah anak didik memegang handphone dalam waktu lama, alasannya karena khawatir digunakan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. 

Peran orang tua dalam melaksanakan peraturan keluarga ialah sebagai model. Orang tua tidak hanya membuat peraturan, melainkan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan aturan kepada dirinya dan anak didiknya dengan terus menerus. Aturan-aturan keluarga yang dibuat pada akhirnya menjadi kebiasaan yang berguna bagi anak didik dalam lingkungan keluarga, maupun dalam masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger

Blogger Blogger istilah yang disematkan pada pengguna blog. Kemunculan istilah ini tidak lepas dari munculnya website blog gratis yang bisa...