Kamis, 21 September 2017

Suara azan

Suara azan

Azan merupakan pemberitahuan yang dilantunkan oleh mu'azin untuk memanggil umat islam yang sedang bekerja, tidur maupun aktifitas lainnya untuk melaksanakan sholat wajib lima waktu dan sholat sunnah yang dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri. Lebih ringkasnya pengertian azan dalam kamus bahasa indonesia merupakan seruan untuk mengajak orang sholat berjamaah.

Suara azan yang dilantunkan muazin memiliki irama yang berbeda-beda antar setiap negara, maupun antar provinsi, kabupaten, bahkan antar desa di indonesia. Tapi secara umum perbedaan tersebut dapat dikenali ke dalam suara azan dengan irama panjang, sedang dan pendek. Masyarakat indonesia -khususnya desa dan masjid sekitar penulis- tidak selalu memakai suara azan yang berirama panjang pada waktu subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya'. Masyarakat biasanya memakai suara adzan berirama panjang ketika maghrib dan isya', subuh berirama sedang, dan dhuhur serta ashar berirama pendek.

Fenomena tersebut tidak selalu diaplikasikan pada setiap masjid. Alasannya karena muazin tidak terjadwal sehingga berbeda-beda, kemampuan setiap muazin berbeda, selanjutnya karena tidak ada standar khusus dari masjid terkait irama azan yang akan digunakan setiap waktu sholat. 

Bangsa indonesia mayoritas memeluk agama islam. Pernyataan tersebut mendasari keberadaan masjid yang menjadi tempat ibadah di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Bahkan bangunan masjid di perkotaan dan di pedesaan tidak terlalu berjauhan. Sehingga ketika waktu azan tiba, kumandang suara azan saling berbenturan antar masjid satu dengan lainnya. Masjid jami' mengumandangkan adzan sampai pada kalimat hayya ala sholah, sedangkan masjid taqwa masih sampai pada kalimat asyhadu anna muhammada rasulullah, begitu juga masjid lainnya.

Suara azan yang berasal dari berbagai masjid dalam satu waktu sholat bisa dijadikan sebagai latihan mengidentifikasi suara azan dan latihan konsentrasi. Contohnya dusun mekar sari memiliki 15 masjid yang aktif mengumandangkan azan dengan pengeras suara. Masyarakat dusun mekar sari bisa saja melatih dirinya mengenali suara azan dari setiap masjid. Contoh kedua berasal dari latat belakang terbenturnya suara azan membuat kebingungan masyarakat mau menjawab azan dari masjid yang mana. Oleh karena itu, setelah berhasil mengenali suara maka hendaknya mengkonsentrasikan diri menjawab azan yang berasal dari satu masjid meski suaranya kalah nyaring dengan masjid lainnya.

Hukum menjawab panggilan azan adalah wajib. Akan tetapi apabila sedang melaksanakan kegiatan yang sukar untuk ditinggalkan maka jawablah paling sedikit kalimat awal dari azan.

Keharusan menjawab azan hakekatnya tidak hanya hanya berasal dari ucapan saja. Melainkan yang paling utama ialah langsung bergegas ke masjid melaksanakan sholat berjamaah. Azan yang panjang dengan irama yang bagus dan suara yang lantang kurang baik bila setelah azan tidak ada jama'ahnya, apalagi tidak melaksanakan kegiatan sholat berjama'ah.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan islam selayaknya mengerti akan pentingnya suara azan yang bukan hanya mewajibkan siswanya untuk menjawab azan dengan ucapan, melainkan langsung bergegas melaksanakan sholat berjamaah di masjid atau istilah lainnya laboratorium sholat. Bagaimana caranya? Pertama ialah mengatur ulang antara waktu pembelajaran dan istirahat yang diselaraskan dengan waktu azan dhuhur. Kedua ialah mengatur panitia yang berasal dari dewan guru untuk mengawasi siswa agar melaksanakan sholat berjamah. Ketiga ialah menentukan siapa yang menjadi muazin dan imam sholat berjamaah. Keempat ialah keteladanan dari para guru yang tidak berhalangan untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Akhirnya... Umat islam yang baik menjawab suara azan dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun. Akan tetapi umat islam yang jauh lebih baik ialah menjawab azan dan langsung bergegas sholat berjamaah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger

Blogger Blogger istilah yang disematkan pada pengguna blog. Kemunculan istilah ini tidak lepas dari munculnya website blog gratis yang bisa...