Fungsi lain lapangan sepak bola di desa karduluk
Kata lapangan sudah familiar bagi masyarakat desa karduluk. Alasan utamanya karena pengetahuan masyarakat desa tentang kata lapangan banyak disandingkan dengan berbagai jenis olahraga seperti lapangan sepak bola, bulu tangkis, lari estafet, basket, dan lainnya. Pengetahuan tersebut tidak salah karena secara tidak langsung sesuai dengan kamus besar bahasa indonesia.
Kata lapangan dalam kamus bahasa indonesia diartikan sebagai; (1) tanah luas dan rata seperti medan, dan alun-alun; (2) tempat pertandingan; (3) bidang pekerjaan dan pengetahuan. Ketiga arti tersebut memiliki makna secara fisik maupun non-fisik. Adapun makna secara fisik seperti; tempat pertandingan, maupun alun-alun membutuhkan tanah luas dan rata untuk berbagai keperluannya. Sedangkan pemaknaan non-fisik terkait lapangan dengan pengetahuan berarti manusia harus memiliki pengetahuan yang luas agar dapat membangun berbagai keperluannya. Sedangkan pemaknaan lapangan dengan pekerjaan manusia yaitu harus memiliki pekerjaan yang luas agar banyak memiliki banyak pemasukan dan membantu manusia lainnya. Sedangkan dengan negara maka peranannya harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang luas agar masyarakatnya banyak yang tidak pengangguran. Berdasarkan penjelasan sebelumnya maka pemahaman masyarakat desa karduluk terkait kata lapangan hanya menyentuh pada aspek fisik.
Fungsi lain lapangan desa karduluk selain sebagai tempat pertandingan olahraga sebagai berikut:
1. Pemilihan kepala desa biasa dilaksanakan di lapangan desa. Persiapannya terdiri dari pembagian kotak suara berdasarkan dusun, panggung tempat calon kepala desa duduk, kursi, terop, sound sistem, pagar sederhana dari tali, penyediaan parkir, serta sebagian masyarakat yang berjualan. Proses kegiatan ini seluruh masyarakat desa pergi ke lapangan untuk mencontreng calon pilihannya dalam jangka waktu dari 08.00-14.00. Pada jam 19.00 diadakan penghitungan suara satu-persatu sampai waktu menunjukkan jam 03.00 pagi hari (eheehee agak berlebihan kan, yah beginilah masyarakat desa, kalau saya memilih melakukan kegiatan yang lebih produktif seperti membaca, menulis ataupun istirahat, eheehee).
Pada saat penghitungan suara, lapangan penuh dengan pendukung fanatik dari setiap calon kades yang menyoraki setiap kartu suara yang disebut panitia (bahkan sorakan pendukung terdengar sampai jarak 200 meter). Bahkan fenomena semacam ini sering sekali menyebabkan pertentangan antar pendukung. Oleh karena itu polisi berdasarkan tugasnya hadir ditengah masyarakat.
2. Tempat pengajian seperti isra' mi'raj maulid nabi muhammad saw yang diadakan oleh pemerintah desa, ataupun kerja sama dengan organisasi masyarakat. Penataan tempatnya mirip dengan pemilihan kades, perbedaannya terletak pada tidak adanya kotak suara serta diundangnya penceramah yang digambarkan mampu memberi pemahaman kepada masyarakat desa.
3. Tempat belajar sepeda motor dan mobil. Kegiatan ini banyak ditemukan sepanjang waktu. Tidak memandang pagi, siang, malam, musim hujan ataupun kemarau asalkan tidak turun hujan. Oleh karena itu, masyarakat desa karduluk dan sekitarnya baik usia remaja dan orang tua tidak menyia-nyiakan tempat tersebut sebagai laboratorium belajar mengendarai sepeda motor dan mobil.
Apakah masyarakat yang belajar sepeda dan mobil tidak merusak rumput lapangan desa? Eheehee... Bagaimana mau merusak rumput, rumputnya saja tidak tumbuh, lapangan sepak bolanya juga tidak benar-benar datar, antara rumput dan batu lebih banyak batunya.
4. Hiburan orkes dangdut. Acara semacam ini sangat ideal bila dilakukan di lapangan desa karduluk karena tidak akan merusak rumput, lapangan luas, dekat jalan raya utama. Akan tetapi, kekurangannya ialah banyak batu kecil yang bisa digunakan orang tidak bertanggung jawab untuk memicu pertentangan. Oleh karena itu, saran utama apabila mengadakan acara hiburan di tempat tersebut harus bekerja sama dengan polisi, tentara dan tokoh masyarakat.
5. Hiburan pasar malam. Hiburan semacam ini terdiri dari banyak permainan mulai dari keranjang putar, kereta-keretaan, mancing-mancingan, sulap dan lainnya. Selain itu, pasar malam terdiri dari aneka makanan seperti gorengan, pentol kecil, martabak, mulen, nasi goreng, bakso, mie goreng, dan aneka minuman seperti pop ice, ice krim, pokoknya banyak.
Bentuk permainan dan kuliner hiburan pasar malam menyasar segmen semua kalangan. Artinya anak-anak, remaja, bahkan orang tua bebas bermain dan makan apa saja. Khusus permainan, orang tua biasanya menemani anaknya bermain, kalau remaja biasa bermain dengan temannya.
Pelaksanaan kegiatan dari nomor 1-5 memiliki kekurangan setelah selesainya acara seperti; sampah plastik, kertas, ataupun makanan berserakan dimana-mana; sampah tersebut biasanya tidak akan bersih meski setelah 3 hari; tidak ada orang khusus untuk membersihkan sampah kecuali menunggu peran pemulung yang mengais rezeki dari sampah yang bisa di jual. Penyebabnya ialah kemungkinan besar tidak ada aturan khusus terkait perkara semacam itu, dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Akhirnya... Lapangan sepak bola desa karduluk hanya istilah yang memiliki banyak fungsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar