Kamis, 27 Juli 2017

Kedengkian manusia



Kedengkian manusia
Dengki merupakan salah satu sifat manusia yang iri terhadap kemampuan yang dimiliki orang lain, baik kemampuan yang bersifat materi maupun non-materi. Kemunculan sifat dengki merupakan hal yang biasa terjadi bagi manusia. Manusia terkadang dengki kepada manusia yang memiliki mobil, sepeda, pesawat, kapal terbang, dan jenis materi lainnya. Selain itu, manusia terkadang dengki kepada manusia yang memiliki kemampuan bermain alat musik, menulis, menyanyi, menari, otak yang pintar dan cerdas. 

Manusia yang memiliki sifat dengki akan berusaha untuk mencelakakan orang yang memiliki kemampuan-kemampuan yang tidak dimilikinya, ataupun tidak disenanginya. Pendengki akan selalu memiliki usaha dengan seribu cara untuk mencapai tujuan yaitu menghancurkan orang yang tidak disenanginya. cara yang dilakukan oleh pendengki sangat banyak sekali, ada yang merusak mental seseorang, bahkan merusak dan membunuh fisik seseorang. 

Kedengkian yang dimiliki seseorang akan berakhir apabila orang yang tidak disenanginya sudah jatuh, apalagi tertimpa tangga. Maka fase akhir dari kedengkian manusia adalah kecelakaan orang lain. setelah itu, pendengki akan merasakan kepuasan ketika melihat dan mendengar sendiri informasi tentang runtuhnya mental, ataupun hilangnya fisik dari seseorang. 

Pendengki biasanya tidak disenangi oleh orang lain, karena dapat membahayakannya. Akan tetapi terdapat pendengki yang bisa disenangi oleh orang lain. manusia yang menyenangi pendengki biasanya sekumpulan manusia yang memiliki hubungan kedengkian yang sama terhadap seseorang. Berdasarkan alasan tersebut, maka pendengki memiliki ruang tersendiri di dunia, baik di masyarakat, pemerintahan, sekolah, ataupun pada hati dan pikiran seseorang. 

Sifat kedengkian bisa menyerang manusia yang tangguh, jujur, berani, hebat, dermawan, kaya, sabar, dan lainnya. Kedengkian menyerang seseorang berdasarkan kejadian yang mampu menyayat hatinya. Sifat dengki biasa menyerang manusia yang berada dalam jalan yang benar dan salah. Artinya, kedengkian bisa menyerang siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. 

Sifat kedengkian tidak bisa menyerang manusia yang selalu suci, berdzikir kepada Allah, husnudzon, tidak mudah sakit hati, dan berpikiran terbuka. Jika seseorang dihadapkan pada kondisi disakiti orang lain, dan dia husnudzon bahwa segala yang terjadi sesudah adanya usaha yang maksimal adalah takdir Allah. Maka mungkin Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Maka tidak baik kita menjadi dengki kepada orang yang telah menyakiti. 

Nasib pendengki yang memiliki kedengkian akan berakhir penyesalan besar, sehingga membutuhkan taubat yang sebesar kedengkian yang telah dilakukannya. Akan tetapi ada sebagian pendengki yang tidak memiliki penyesalah setelah melakukan kedengkian terhadap orang lain. pendengki semacam ini merupakan pendengki kelas berat yang sudah dibutakan mata hatinya oleh Allah. Pendengki semacam ini akan merasa benar, tidak akan pernah mau dipersalahkan. 

Akhirnya... pendengki akan mati bergabung dengan tanah dan kembali kepada allah dengan segala amal yang telah diperbuatnya, dan harus dipertanggung jawabkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger

Blogger Blogger istilah yang disematkan pada pengguna blog. Kemunculan istilah ini tidak lepas dari munculnya website blog gratis yang bisa...