Mencuci pakaian
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan sekunder manusia yang digunakan sebagai penutup tubuh. Perkembangan peradaban manusia dari zaman purba oleh para ilmuan menggambarkan bahwa pakaian hanya menutupi tubuh bagian vital untuk laki-laki dan bagian vital dan dada untuk kaum perempuan. Dan perkembangan pakaian pada masa kini semakin menunjukkan pentingnya pakaian sebagai penutup tubuh laki-laki dan perempuan yang menutupi hampir seluruh tubuh manusia. Bahkan dalam agama islam memperuntukkan batas aurat yang harus di tutupi, dan pakaian khusus untuk beribadah.
Kebutuhan manusia terhadap pakaian diiringi dengan tangung jawab untuk menjaga kebersihannya. Manusia biasanya melakukan banyak aktifitas sehingga dalam sehari manusia bisa berganti pakaian maksimal tiga pakaian. Status pakaian yang diganti ialah kotor, bau, dan najis. Oleh karena itu tanggung jawab manusia ialah untuk mencuci pakaiannya agar bisa digunakan dalam aktifitas selanjutnya.
Perkembangan aktifitas mencuci pakaian manusia pada masa lalu ialah hanya menguceknnya dengan tangan. Selanjutnya manusia menggunakan sabun cuci dan mengucek pakaiannya dengan tangan. Dan pada masa modern seperti sekarang ini cara mencuci pakaian sebagian masih menggunakan tangan dan sebagiannya sudah menggunakan mesin cuci.
Penggunaan mesin cuci sangat membantu meringankan beban tanggung jawab manusia. Sebagian manusia tidak perlu berlama-lama di kamar mandi, manusia tinggal menaruh semua pakaian kotor ke dalam mesin cuci lalu meninggalkannya guna melakukan pekerjaannya lainnya. Manfaat lainnya manusia tidak mengalami kelelahan. Manusia yang sakit ringan seperti batuk, flu dan demam masih bisa melakukan tanggung jawab terhadap pakaiannya.
Kecanggihan mesin cuci hendaknya jangan dijadikan alasan orang tua untuk tidak mengajarkan cara mencuci pakaian dengan tangan. Dampak yang akan diterima oleh anak ialah kurang mandiri bahkan tidak mengerti bagaimana caranya mensucikan pakaiannya. Alasan pentingnya anak diajarkan mencuci pakaian dengan tangan sebagai antisipasi di masa depan agar tidak manja, bisa mengatur waktu, dan supaya bisa hidup di semua kondisi lingkungan.
Manusia yang hidup di era mengucek pakaian dengan tangan sebagiannya ada yang malas atau memiliki kesibukan padat untuk mencuci pakaiannya. Karakteristik manusia pemalas tersebut ialah yang memiliki kuku indah sehingga merasa khawatir patah dan tidak indah lagi, tangan yang dirawat berlebihan, serta sifat gengsi atas harta dan kedudukan yang dimiliki.
Manusia masa kini harus bisa cara mencuci pakaian dengan daya tangan ataupun mesin cuci. Cara mencuci pakaian dengan tangan dilakukan sebagai antisipasi mesin cuci rusak, dan tidak semua kotoran bisa dibersihkan oleh mesin cuci. Sehingga kotoran bandel (istilah iklan sabun cuci) pada pakaian hanya bisa dibersihkan dengan kucekan tangan. Cara mencuci dengan mesin cuci juga penting diketahui agar bisa lebih menghemat tenaga dan waktu.
Akhirnya... manusia mencuci pakaiannya sesuai dengan kemampuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar