Kedengkian manusia
Dengki merupakan salah satu sifat manusia yang iri terhadap
kemampuan yang dimiliki orang lain, baik kemampuan yang bersifat materi maupun
non-materi. Kemunculan sifat dengki merupakan hal yang biasa terjadi bagi
manusia. Manusia terkadang dengki kepada manusia yang memiliki mobil, sepeda,
pesawat, kapal terbang, dan jenis materi lainnya. Selain itu, manusia terkadang
dengki kepada manusia yang memiliki kemampuan bermain alat musik, menulis,
menyanyi, menari, otak yang pintar dan cerdas.
Manusia yang memiliki sifat dengki akan berusaha untuk
mencelakakan orang yang memiliki kemampuan-kemampuan yang tidak dimilikinya,
ataupun tidak disenanginya. Pendengki akan selalu memiliki usaha dengan seribu
cara untuk mencapai tujuan yaitu menghancurkan orang yang tidak disenanginya.
cara yang dilakukan oleh pendengki sangat banyak sekali, ada yang merusak
mental seseorang, bahkan merusak dan membunuh fisik seseorang.
Kedengkian yang dimiliki seseorang akan berakhir apabila
orang yang tidak disenanginya sudah jatuh, apalagi tertimpa tangga. Maka fase
akhir dari kedengkian manusia adalah kecelakaan orang lain. setelah itu,
pendengki akan merasakan kepuasan ketika melihat dan mendengar sendiri
informasi tentang runtuhnya mental, ataupun hilangnya fisik dari seseorang.
Pendengki biasanya tidak disenangi oleh orang lain, karena
dapat membahayakannya. Akan tetapi terdapat pendengki yang bisa disenangi oleh
orang lain. manusia yang menyenangi pendengki biasanya sekumpulan manusia yang
memiliki hubungan kedengkian yang sama terhadap seseorang. Berdasarkan alasan
tersebut, maka pendengki memiliki ruang tersendiri di dunia, baik di
masyarakat, pemerintahan, sekolah, ataupun pada hati dan pikiran seseorang.
Sifat kedengkian bisa menyerang manusia yang tangguh, jujur,
berani, hebat, dermawan, kaya, sabar, dan lainnya. Kedengkian menyerang
seseorang berdasarkan kejadian yang mampu menyayat hatinya. Sifat dengki biasa
menyerang manusia yang berada dalam jalan yang benar dan salah. Artinya,
kedengkian bisa menyerang siapa saja, dimana saja, dan kapan saja.
Sifat kedengkian tidak bisa menyerang manusia yang selalu
suci, berdzikir kepada Allah, husnudzon, tidak mudah sakit hati, dan berpikiran
terbuka. Jika seseorang dihadapkan pada kondisi disakiti orang lain, dan dia
husnudzon bahwa segala yang terjadi sesudah adanya usaha yang maksimal adalah
takdir Allah. Maka mungkin Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Maka
tidak baik kita menjadi dengki kepada orang yang telah menyakiti.
Nasib pendengki yang memiliki
kedengkian akan berakhir penyesalan besar, sehingga membutuhkan taubat yang
sebesar kedengkian yang telah dilakukannya. Akan tetapi ada sebagian pendengki
yang tidak memiliki penyesalah setelah melakukan kedengkian terhadap orang
lain. pendengki semacam ini merupakan pendengki kelas berat yang sudah
dibutakan mata hatinya oleh Allah. Pendengki semacam ini akan merasa benar,
tidak akan pernah mau dipersalahkan.
Akhirnya... pendengki akan mati
bergabung dengan tanah dan kembali kepada allah dengan segala amal yang telah
diperbuatnya, dan harus dipertanggung jawabkannya.17-07-2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar