Disintegrasi sosial
Disintegrasi dalam kamus bahasa indonesia berarti keadaan tidak bersatu; keadaan terpecah belah; hilangnya keutuhan dan persatuan; perpecahan. Pengertian singkat dari disintegrasi sosial yaitu ketidaksesuaian antara nilai dan kenyataan. Pengertian lengkapnya yaitu pudarnya nilai dalam masyarakat yang menyebabkan perubahan berdampak negatif (buku ips).
Disintegrasi sosial bisa saja terjadi dalam segala bidang kehidupan masyarakat seperti ekonomi, kesehatan, politik, pendidikan, hukum, dan teknologi. Dasar penggerak disintegrasi sosial yaitu perubahan ide, materi, sikap dan budaya. Oleh karena itu, contoh dari bentuk disintegrasi sosial sebagai berikut:
1. Ekstremis agama
Pemahaman keras terhadap agama bisa jadi penggerak disintegrasi sosial seperti pemberontakan terhadap pemerintah yang sah di suatu negara, konflik seagama, antar agama, suku, dan penyelewengan nilai agama guna menguatkan posisi politik. Dari penjelasan tersebut hakekat agama yang mengajarkan nilai kebenaran, kebaikan, kebebasan, kejujuran, keilmuan, dan lainnya kepada masyarakat menjadi pudar. Sehingga berdampak pada situasi politik yang tidak stabil dan banyak terjadi konflik bahkan perpecahan. Dari situasi tersebut maka perubahan positif yang dicita-citakan sulit terwujud.
2. Ideologi tertutup
Ideologi tertutup ialah pemahaman yang menolak kebudayaan lain yang positif. Ideologi semacam ini banyak diyakini oleh masyarakat yang pesimis atas suatu perubahan, terdapat kekhawatiran yang berlebihan, dan tingkat pendidikan yang rendah. Akibat yang diderita oleh masyarakatnya ialah keterasingan dengan lingkungan sekitar yang bisa menyebabkan konflik dan berjuang perpecahan.
3. Korupsi, kolusi dan nepotisme.
Korupsi, kolusi dan nepotisme terjadi pada suatu organisasi/lembaga kemasyarakatan seperti pemerintahan, perusahaan, pendidikan dan lainnya. Perilaku tidak terpuji seperti KKN bisa menyebabkan disintegrasi sesama bangsa, suku, dan agama melalui aksi protes dan demonstrasi. Pada akhirnya, masyarakat yang bosan dengan perilaku KKN menuntut perbaikan pada segala bidang seperti perubahan pemimpin dan tata kelola organisasi. Apabila tuntutan masyarakat tidak segera dipenuhi, digubris, bahkan diabaikan maka bisa terjadi perlawanan yang berujung kekerasan, atau paling bahaya ialah perpecahan.
4. Narkoba
Narkoba ditegaskan oleh para tokoh sebagai bahaya utama yang bisa melemahkan generasi muda. Agama menilai narkoba sebagai barang yang tidak boleh digunakan alias haram. Alasan utamanya karena bisa membuat orang tak sadar diri dan bisa berbuat diluar kendalinya, selain itu konsumsi narkoba membahayakan kesehatan. Apabila peredaran narkoba dibiarkan bebas oleh pemerintah dan masyarakat, maka nilai agama bisa pudar dan bisa terjadi perubahan nilai seperti "mengkonsumsi narkoba adalah suatu gaya baru." selain itu, masyarakat/kelompok/individu yang mengkonsumsi narkoba bisa terjebak pada perilaku negatif lainnya.
Akhirnya... Disintegrasi sosial dalam berbagai bentuk harus diselesaikan dengan berbagai bentuk solusinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar