Presiden menitip pesan
Presiden merupakan kepala negara yang menjalankan segala bentuk usaha dalam melindungi keberlangsungan hidup suatu bangsa melalui perwujudan ucapan dan tindakannya. Figur presiden yang kurang bisa berusaha mengakibatkan banyaknya kesusahan yang dirasakan rakyatnya. Figur presiden yang tidak bisa menyelaraskan antara ucapan dan tindakannya hanya menunjukkan janji yang belum tentu bisa ditepati.
Oleh karena itu, segala bentuk ucapan dan tindakan presiden merupakan pesan yang bisa dimengerti oleh rakyatnya melalui indera pengamatan dan pendengarannya. Pesan presiden (khususnya melalui ucapan) untuk menjaga keberlangsungan hidup suatu bangsa di antaranya:
1. Presiden memaparkan kelebihan yang dimiliki negara dan bangsanya kepada rakyat yang ditemui ataupun kepada kepala negara lainnya melalui suatu forum pertemuan. Tujuannya untuk menanamkan cinta tanah air kepada rakyatnya, dan untuk menunjukkan kelebihan negaranya pada negara lainnya.
2. Presiden menghimbau untuk menjaga kerukunan hidup dan tolong-menolong antar suku, agama, dan kelompok masyarakat lainnya. Tentu tujuannya untuk menghindari konflik antar bangsa yang menyebabkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang dapat menghambat pembangunan.
3. Presiden menghimbau lembaga pendidikan terkait pentingnya menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Sehingga peserta didik belajar guna menghadapi tantangan zaman dan memenangkan kompetisi.
4. Presiden menghimbau untuk berhati-hati memilih informasi agar terhindar dari cara orang/kelompok mengadu domba antar bangsa yang mengakibatkan perpecahan, dendam dan hancurnya persatuan bangsa bahkan suatu negara.
5. Presiden menjelaskan kondisi negara lainnya dari segi kelebihan dan kekurangannya. Sehingga dari kedua segi tersebut bisa diambil suatu pelajaran bagi bangsanya di masa yang akan datang. Segala wujud kelebihan bangsa lain bisa memperkaya kelebihan bangsanya sendiri, dan wujud kekurangan bisa menghindari bangsanya terjerumus pada permasalahan yang sama.
6. Presiden memotivasi peserta didik yang berprestasi maupun yang tidak berprestasi untuk berjuang mendapatkan beasiswa dengan mengikuti proses seleksi yang berdasarkan keadilan. Artinya tidak ada lembaga pendidikan yang mendapatkan jatah khusus beasiswa dari pemerintah. Berdasarkan hal ini, presiden menginginkan pembentukan karakter peserta didik yang kompetitif, jujur, berilmu, disiplin dan karakter baik lainnya.
7. Presiden mengingatkan bangsanya bahaya dari radikalisme agama yang bisa mengakibatkan konflik sesama agama maupun antar agama. Berdasarkan hal ini maka presiden biasanya mengajarkan pemahaman yang melindungi bangsanya dari radikalisme yaitu toleransi antar umat beragama.
8. Presiden mengajarkan rasa syukur dengan cara merawat dan mengembangkan kelebihan maupun memperbaiki kekurangan yang dimiliki bangsanya.
Akhirnya... Pendapat terakhir yang mungkin bisa salah ataupun benar yaitu; presiden (pemimpin, kiyai, ulama, guru, dan lainnya) yang terbaik ialah menganggap jabatan yang dimilikinya sebagai tanggung jawab bukan sebagai keagungan. :-) Selamat malam presiden, semoga engkau selalu diberi kesehatan, kesabaran, rendah hati, ketenangan jiwa, ilmu, dan keberanian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar