Minggu, 08 Oktober 2017

Saya curhat ya!

Saya curhat ya!

Saya gemar menonton pertandingan sepak bola dari klub hingga timnas setiap negara. Awal saya menonton pertandingan sepak bola pada waktu piala dunia tahun 2002. Bahkan pada pertandingan final saya bermain tebak-tebakkan dengan ayah terkait pemenang pildun pada edisi tersebut antara brazil vs jerman yang dimenangkan brazil.

Selepas perhelatan piala dunia, saya mulai mengikuti pertandingan klub sepak bola luar negeri dari liga terkenal yaitu serie A italia, sebagian klub liga spanyol, liga inggris dan jerman. Setelah itu, saya bahkan menyukai beberapa klub pada setiap liga terkenal dunia. Bukan hanya itu saja, saya bahkan mulai tahu tentang pemain sepak bola.

Pada waktu itu juga, saya mulai mengenal kompetisi klub liga indonesia (yang nama liganya sering berubah seolah tidak punya identitas, selain itu juga membuat penggemarnya harus menghafal banyak nama liga) seperti klub yang namanya banyak berawalan huruf P, ada juga A, S, B, M, dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai mengikuti pertandingan timnas indonesia dan mulai mengenal para pemainnya. Pada rentang waktu 2002-2010 pertandingan timnas yang ditayangkan televisi biasanya timnas senior. Berbeda halnya dengan sekarang dimana pertandingan timnas dari tingkatan junior hingga senior banyak ditayangkan televisi.

Setiap pertandingan timnas indonesia saya selalu berusaha menonton di televisi. Apabila tidak sempat menonton maka saya akan mencari berita melalui berita olahraga di televisi ataupun media cetak.

Perasaan saya ketika menyaksikan laga timnas indonesia tentu berbeda ketika menyaksikan pertandingan sepak bola dari klub-klub indonesia, klub luar negeri, atau timnas negara lain. Ketika timnas indonesia kalah maka tentu saya merasa sedih, ketika menang saya merasa senang, ketika juara maka saya merasa campur aduk. Dan ketika timnas dalam kondisi apapun dan bagaimanapun saya akan tetap memberi dukungan kepada timnas indonesia.

Akan tetapi, pertandingan persahabatan timnas u 19 di salah satu stasiun televisi (saya tidak menyebut namanya) dilacak, sehingga saya tidak bisa menyaksikan aksi punggawa timnas u 19. Dan saya merasa taulah apa.

Saya hanya mengusulkan agar pertandingan timnas indonesia dari semua kelompok umur digelaran asia tenggara dan seluruh asia tidak dilacak lagi (eheehee). Alasannya supaya rasa cinta masyarakat atas tanah air indonesia semakin baik. Namun, jika timnas indonesia berlaga di piala dunia maka saya harus menerima jika stasiun tv melacak siaran pertandingannya (eheehee).

Akhirnya... Semoga prestasi timnas indonesia semakin baik dari waktu ke waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger

Blogger Blogger istilah yang disematkan pada pengguna blog. Kemunculan istilah ini tidak lepas dari munculnya website blog gratis yang bisa...