Hujan
Hujan menurut kamus bahasa indonesia berarti rintik-rintik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan. Cara alamiah terjadinya hujan diawali penguapan air laut yang kemudian berkumpul menjadi awan yang menggumpal dan pada waktunya menjadi hujan.
Waktu hujan berbeda-beda di belahan dunia. Khusus di indonesia awal terjadinya dari bulan september sejak bergantinya musim kemarau ke hujan, dan berakhir pada bulan april.
Musim hujan memberi kelebihan bagi manusia di antaranya:
1. Musim hujan biasa dimanfaatkan petani untuk menanam padi dan jagung (meski petani juga bisa menanam aneka tanaman selain keduanya) karena tanaman ini membutuhkan banyak air. Maka dari itu, hujan membasahi tanah kering dan menumbuhkan tanaman.
Selain itu, musim hujan membantu orang yang memiliki pekerjaan berat di dalam ruangan tidak mudah kelelahan.
2. Musim hujan membuat jalanan basah dan kendaraan kotor. Pada saat itu, pemilik kendaraan akan mendatangi tempat cuci kendaraan. Sehingga bisa disimpulkan sementara bahwa pada saat hujan konsumen cuci kendaraan meningkat. Akan tetapi, sebagian pemilik kendaraan terkadang mencuci sendiri kendaraannya.
3. Musim hujan membuat penjual makanan cepat saji seperti bakso, nasi goreng, martabak telor dan manis, sate, ayam bakar dan makanan lainnya mengalami peningkatan penjualan. Alasannya karena musim hujan hawa dingin dan membuat perut cepat lapar, atau meningkatnya nafsu makan.
Kelebihan selalu beriringan dengan kekurangan. Kekurangan yang terjadi pada musim hujan biasanya manusia malas keluar rumah untuk membeli makanan, takut kendaraannya kotor, lebih memilih tidur bersama suara hujan, banjir yang dapat melumpuhkan perekonomian. Oleh karena itu, gerak ekonomi masyarakat pada musim hujan tidak selamanya memberi keuntungan.
Selain kelebihan di bidang ekonomi, hujan terkadang menjadi simbol cerita masyarakat. Oleh karena itu, sebagian individu/masyarakat memiliki cerita berbeda-beda yang berhubungan dengan hujan. Walaupun cerita tersebut masuk kategori mitos, legenda, pengalaman pribadi. Adapun contoh cerita yaitu:
1. Sebagian masyarakat madura menganggap hujan yang terjadi ketika matahari terang berarti terjadi peristiwa carok. Entah cerita tersebut bersumber dari mana sampai sekarang masih belum diketahui. Oleh karenanya cerita ini sementara waktu bisa dikategorikan kebohongan.
2. Cerita bersumber dari film india berjudul tak ne bana di jadi (rabb ne bana di jodi). Tokoh film tersebut meyakini bahwa ketika hujan menyentuh wajah maka berdoalah karena saat itu kemungkinan terkabulnya harapan sangat besar. Pada cerita ini penulis kurang mengetahui sumber atau alasannya. Silahkan diversifikasi kembali oleh pembaca.
3. Cerita dari film korea berjudul tumiho. Hujan ketika matahari terang berarti tumiho (rubah berwujud wanita cantik) sedang bersedih. (saya menonton film tersebut susah 3 tahun lalu. Jadi saya tidak menggaransi kebenaran karena hanya berdasarkan pada ingatan. Sedangkan file film sudah dihapus, dan saya tidak bisa memverifikasi kebenarannya) :-P Selain itu penulis tidak mengetahui apakah cerita tersebut mitos atau legenda, untuk itu silahkan lanjutkan pencarian kebenarannya.
4. Manusia terkadang memiliki cerita pribadi ketika hujan yang diwujudkan ke dalam judul ataupun lirik lagu. Contohnya seperti hujan kemaren,..nana hujan basah... (nggak hafal lagunya), dan lain-lain.
Cerita tersebut menggambarkan keanekaragaman manusia menafsirkan hujan seiring keberadaan akal dan perbedaan kepentingan. Untuk itu, tuhan menciptakan dua telinga dan mata agar manusia banyak mendengar, melihat dan membaca berbagai kondisi agar bisa diambil pelajarannya.
Akhirnya... Hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar